Minggu, 11 Maret 2018

Teknik ikat kain jumputan

Ada dua teknik membuat batik jumputan,
1.    Teknik ikat
Teknik ikatan adalah teknik dengan cara ikatatan, artinya median yang diikat akan menimbulkan motif, cara mengikatnya harus kencang supaya pada saat dicelup tidak terkena warna, sehingga setelah ikatannya dilepas akan terbentuk gambarnya, teknik iket ini dilakukan dengan memegang permukaan kain dengan ujung jari, lalu permukaan kain itu di ikat dengan jelas baik denagn ikatan tunggal maupun jamak. Cara mengikatnya beragam, ada ikatan datar, miring, dan kombinasi adapun teknik lipat dan gulung. Pada saat mengikat jalinan kain
Contoh batik jumputan dengan cara ikatan
PERSIAPAN
Batik Jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat dan dikerut dengan menggunakan tali.
                        
ALAT DAN BAHAN :
1.    Kain mori putih ukuran 100*100 cm
2.    Kelereng
3.    Karet gelang
4.    Daun pandan                  : ¼ kg
5.    Plastic
6.    Kompor
7.    Air mendidih                   : 1,25 liter
8.    Ember                             : 2 buah
9.    Alat pengaduk
10. Tempat jemuran
11.  Blender
PROSES
Langkah Pengikatan Kain :
Teknik ikatan adalah Bagian yang ikat, kencang itu pada saat dicelup tidak terkena warna, sehingga setelah ikatannya dilepas akan terbentuk gambarnya.
Pertama, masukkan kelereng pada kain mori dari bagian buruk kain. Kedua, ikat kelereng yang telah terbungkus kain tersebut dengan karet gelang dari bagian baik kain.
Proses Pembuatan Warna :
Blender daun pandan sampai halus. Lalu campur dengan air secukupnya.
Langkah Pewarnaan (Pencelupan) :
a.       Kain yang sudah diikat, dicelupkan kedalam air bersih beberapa kali sampai warna air tidak keruh (dengan tujuan agar kanji dalam kain terlepas, sehingga pewarnaan dapat merata dengan baik)
b.      Tiriskan kain tersebut dan diperas supaya air berkurang.
c.       Rebuslah kurang lebih 1,25 liter air bersama ¼ kg bahan pewarna alami yang kalian pilih sampai mendidih (jika ada campuran gambir atau kapur atau trawas ikut dilarutkan), semakin banyak bahan pewarna yang digunakan mempunyai kepekatan hasil pewarnaan.
d.      Biarkan air berubah warna (dibiarkan 5 menit lagi diatas kompor) lalu angkat dan disaring, masukkan kedalam ember 1
e.      Kain yangsudah diikat tadi dimasukkan atau dicelupkan kedalam pewarna, dibolak-balik menggunakan pengaduk hingga warna merata. Kain diangkat lalu dibilas ke dalam air bersih ke emmber 2. Diperas lalu tiriskan. Ulangi langkah kelima 2 kali atau lebih.
f.        Setelah setengah kering, ikatan pada kain dibuka sehingga timbul motifnya.
g.       Jemur hingga kering
Penyelesaian :
1.       Merapikan sisi kain dengan digunting
2.       Kain dicuci
3.       Kain disetrika
4.       Kain dikemas
2.                  Teknik jahitan adalah kain diberi pola terlebih dahulu lalu dijahit dengan menggunakan tusuk jelujur pada garis warnanya dengan menggunakan banang, lalu benang ditarik kuat sehingga kain berkerut serapat mungkin. Pada waktu dicelup benang yang rapat akan menghalangi warna masuk ke kain, benang yang dipakai sebaiknya benang yang tebal dan kuat seperti benang plastik / sintesis, benang jins, atau benang sepatu. Hasil jumputan teknik jahitan ini berupa titik-titik yang agak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar